Pernah kukatakan. Aku menyukai
sederhanamu. Ya, terlalu naif kamu bila
tidak mengerti maksudku.
Berulang kusebut, aku tidak melihat
seseorang dari kayanya, cantiknya,
pintarnya atau agamanya. Ya, kurang
gamblang dimana kata-kataku?
Sebentuk rasa itu berawal dan berjalan
dari hati. Ke hatimu juga semua itu akan
berlabuh.
Percayalah, kamu...
Kamu bersedia menunggu, meyakin dan
menerima. Karena aku tak pernah melupa.
Ketika lelaki punya janji, adalah menepati
yang kan terus terkenang.
Tapi sekarang kamu patah. Kamu berlari
di luar jangkauku. Lalu kamu meragu
dengan hatimu dan kamu yang
memutuskan.
Baik.
Akan kuikuti.
Work From Café di Merawat Coffee and Space: Ketika Bekerja Juga Perlu
Dirawat
-
*Work From Café* di Merawat Coffee and Space
Pernahkah kamu merasa lelah bekerja di rumah? Bukan karena pekerjaannya
terlalu banyak, tetapi karena perh...
1 hari yang lalu